Postingan

SEBUAH PERMINTAAN

Hai, readers… !! Udah lama banget gua ga nulis di sini, sebenarnya udah ada beberapa tulisan yang ingin gua psoting, tapi kayanya gua musti pilah-pilah lagi, sekiranya mana cerita yang bener-bener punya hikmah untuk kalian baca. Oke..! selamat membaca.. 😊 Hari ini, 14 Mei 2020 , gua start making this story, Di Kamar inasis (asrama) TNB Blog D, Univesiti Utara Malaysia. Cuaca yang cerah bikin gua kembali flash back pada kisah – kisah sebelum gua berangkat kegiatan Mobility ke Malaysia selama satu semester. Gua keinget salah satu ungkapan permintaan seorang teman yang paling berkesan dihati dan ingatan gua. Ungkapan itu auto berhasil bikin hati gua tersentuh. :’) . Dia temen seangkatan di jurusan gua, laki-laki, dimana gua emang seneng berdiskusi banyak hal dengan dia termasuk sama-sama nyari solusi buat mecahin masalah masing-masing. Lalu, apakah karena ungkapan ‘permintaan’ dia bikin gua suka sama dia ? wkwkwkwk, engga, jangan mikir sekanak-kanak itu kita udah dewasa...

HUJAN 1

Gambar
Senja yang tabu.. Langit tampak menangis di penghujungnya.. “penghubung bumi dan langit” kata orang bijak. Terhantar aku pada larutan berkesinambungan saat sepasang kaki mungil melompat riang sana-sini, menciprakkan air pada sang sahabat karib. Lelah pun menanti diakhir permainan. ku berlari kecil ke arah ibunda yang membawa secangkir susu coklat hangat di tangannya.Ia berdiri tersenyum menatapku.. “akh! Jika saja ibu masih muda ku pastikan banyak pemuda yang jatuh hati hanya kerena senyuman itu. Dan akhir dari sekian banyaknya hati yang jatuh.. Ia hanya menyambut satu diantara mereka, ayahku tentunya. Pemuda tampan lagi idola di kampusnya dahulu, ibuku? Apakah ia juga idola? Oh! Tentu saja.. ‘ Idola Bagi Ayahku’ begitu adikku berucap dengan mata berbinar . ” Gemetar lembut jemariku saat meraih si cangkir, lalu menyeruput perlahan sambil  menikmati aromanya.. “hhmmmm..” hanya itu yang dapat ku ungkap... Dengarkan aku sahabat, sungguh aku ...

YASMIN 1

Gambar
كل  الوجوه  مرت  مرور  الكرام  إلا  وجهك ...  "Setiap rupa telah terlewati tanpa disadari kecuali wajahmu.."           نبت   في   قلبي... "yang tertanam dihatiku..." , و شرش   بأورد تي    كيساسمينة     شامية ....!! "dan ia tumbuh lalu bermekaran seperti melati syam (melati suriah)...!!"     أعمق   جذورك... ما "betapa dalamnya akar-akarmu itu menancap..."

ROSE 3

Gambar
“apa itu ? “ “ ini...   الوردة ...” katanya.. “ oh iya.. aku ingat, itu mawar.. kau kah yang menanam ?” “ tidak... tapi kamu... “ “ maksudmu..? “ “ kau tahu.. ? kau seperti mawar ketika tersenyum.. ” sepertinya ia kembali mengingat diamnya aku tiga hari yang lalu. “ hanya pada orang – orang tertentu aku akan melakukannya.. “ sanggah ku tegas. “ tak masalah, asal jangan sampai kau cangkas bunga-bunga itu dariku..” ~~~~ "What is that?" "This... is    الوردة ," He said. "Oh, yes... I remember, it's a rose ... Did you plant it?" "No... but you..." "What do you mean?" "Do you know...? You're like a rose when you smile." It seemed He recalled my silence three days ago. "I only do it for certain people," I retorted firmly. "That's okay, just don't ever cut those flowers from me." ~~~~~

ROSE 2

Gambar
“ lucu..” kau punya mawarmu dan aku juga memilikinya.., hingga ku tahu bahwa tuhan tak menciptakan mawar setangkai di muka bumi ini namun, miliyaran banyaknya,... bagaimanapun tangkai itu berjauhan artinya tetaplah sama,... “ mawar “ kataku,... , "  و ر د ة " ( “ wardah ”) katamu.... dan kita sama-sama menyukai bunga yang sama. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "That's funny... you have your roses and I have mine too... until I knew that God didn't create just one rose on this earth but billions of them... No matter how far the stems are, the meaning remains the same...  'rose'," I said... "و ر د ة" ("wardah")," you said...  and we both like the same flower." ~~~~~~~~~~~~~~

ROSE 1

Gambar
"Menghilang"... kata yang tepat ku kalungi untuknya... "Demi Allah, aku tak tahu harus berkata apa.., beristikharahlah, karena Allah adalah sang pemberi jawaban yang paling tepat.." bisiknya, saat hatiku hampir saja tergadaikan oleh rintangan terumit dalam hidup ini... "hahh!! mencintai makhluk adalah kelemahanku" jawabku kelu.. ia tak menjawab apa-apa. ~~~~ "Disappear"... the right word I held for him... "By Allah, I don't know what to say... pray istikhara,  for Allah is the giver of the most appropriate answers,"  he whispered, as my heart was almost compromised by the intricate obstacles in this life... "Hahf! Loving a creature is my weakness," I replied softly... He didn't say anything. ~~~~