HUJAN 1













Senja yang tabu..

Langit tampak menangis di penghujungnya.. “penghubung bumi dan langit” kata orang bijak. Terhantar aku pada larutan berkesinambungan saat sepasang kaki mungil melompat riang sana-sini, menciprakkan air pada sang sahabat karib. Lelah pun menanti diakhir permainan. ku berlari kecil ke arah ibunda yang membawa secangkir susu coklat hangat di tangannya.Ia berdiri tersenyum menatapku..

“akh! Jika saja ibu masih muda ku pastikan banyak pemuda yang jatuh hati hanya kerena senyuman itu. Dan akhir dari sekian banyaknya hati yang jatuh.. Ia hanya menyambut satu diantara mereka, ayahku tentunya. Pemuda tampan lagi idola di kampusnya dahulu, ibuku? Apakah ia juga idola? Oh! Tentu saja.. ‘Idola Bagi Ayahku’ begitu adikku berucap dengan mata berbinar.

Gemetar lembut jemariku saat meraih si cangkir, lalu menyeruput perlahan sambil  menikmati aromanya.. “hhmmmm..” hanya itu yang dapat ku ungkap...

Dengarkan aku sahabat, sungguh aku rindu rumah...
#Sumbar-Riau '98

Komentar

Posting Komentar