SEBUAH PERMINTAAN
Hai,
readers… !!
Udah
lama banget gua ga nulis di sini, sebenarnya udah ada beberapa tulisan yang
ingin gua psoting, tapi kayanya gua musti pilah-pilah lagi, sekiranya mana cerita
yang bener-bener punya hikmah untuk kalian baca.
Oke..!
selamat membaca.. 😊
Hari
ini, 14 Mei 2020 , gua start making this story,
Di
Kamar inasis (asrama) TNB Blog D, Univesiti Utara Malaysia.
Cuaca
yang cerah bikin gua kembali flash back pada kisah – kisah sebelum gua
berangkat kegiatan Mobility ke Malaysia selama satu semester. Gua keinget salah
satu ungkapan permintaan seorang teman yang paling berkesan dihati dan ingatan
gua. Ungkapan itu auto berhasil bikin hati gua tersentuh. :’) . Dia temen seangkatan
di jurusan gua, laki-laki, dimana gua emang seneng berdiskusi banyak hal dengan
dia termasuk sama-sama nyari solusi buat mecahin masalah masing-masing. Lalu,
apakah karena ungkapan ‘permintaan’ dia bikin gua suka sama dia ? wkwkwkwk,
engga, jangan mikir sekanak-kanak itu kita udah dewasa , tentunya harus lebih
luwes lagi memanfaatkan sudut pandang yang sudah Allah karuniakan. :) betul ? .
Ceritanya,
Pagi-pagi gua udah nerima WA dari dia,
“Kasy, Menjelang kamu berangkat ke Malay,
aku boleh minta satu hal sama kamu ga ?”
“apa itu ?” gua ga langsung meng-iya
kan sebab gua takut ga bisa nunaikan permintaan itu, kesannya gua kasih
pengharapan dan khianat kalau gua gagal memenuhinya.
“kamu ga keberatan kan ? , aku takut
kamu terbebani karena permintaanku”, ungkapnya.
Dia emang laki-laki yang sangat
berhati-hati kalau ngomong, sangat jujur
kalau gua tanyakan pendapat dan minta suatu keterangan dan dia juga bukan lelaki
yang banyak muluknya. Mungkin itulah yang bikin diskusi gua bisa nyambung sama
dia, disamping analisa dia yang sangat baik ketika mendengarkan gua bercerita. Intinya,
menurut gua dia seorang pendengar dan analis yang baik.
“InshaAllah engga, sampaikan saja”
“gini, menjelang kamu berangkat kemalay,
kamu mau ga simakin hafalan surah Ar-Rahman aku ?, itu aja si, soalnya aku
merasa menjaga hafalan itu amanah buat diri aku”.
Tiba-tiba
hati gua kaya ada yang mengguyur sekaligus nampar gua. Gua sadar siapa dia, temen
yang kalau dari kuantitas hafalan ga sebanyak gua, ga tinggal dilingkungan
pesantren, mencari guru untuk menghafal itu GA mudah karena kebanyakan
pasti berbayar, bagi dirinya sebagai seorang anak kosan yang uang
jajan tentu aja pas-pasan, tapi dy rajin murajaah surah kesenangannya dan ngejaga
diri banget dari pergaulan yang kurang baik. Salut..!, Dari temen-temen yang
gua kenal, dia orang yang aktif belajar english dengan gua, dan menjelang
belajar itu kami memang diharuskan membaca surah Ar rahman dulu bareng-bareng. dan dialah
anggota English Club yang pertama kali berhasil menghafal surah Ar-Rahman sekaligus berhasil melalui test MHQ hafalan (sambung ayat) dari gua sebanyak 10 soal. Bagi
gua, untuk ukuran mahasiswa yang awam dan super duper sibuk nugas (‘katanya’)
di jurusan gua itu banyak. Namun, dia mampu melewati proses itu bersamaan
dengan menghafal surah kesenangannya ayat demi ayat, dan gua seneng nyimkain dia setoran. :')
Walau hanya satu surah, tapi gua sadar, itu ga mudah bagi mereka yang punya
kesibukan masing-masing apalagi bacaan Al-qur’annya masih butuh banyak
perbaikan, dan dia ga merasa keberatan ataupun berkomentar kesel ketika bacaannya
gua perbaiki. Justru dia bilang.
“kasy,
jangan lupa benerin juga bacaan aku, gimana cara kamu lah, yang penting makharijul
huruf dan panjang pendek aku bener”.
Walau
kadang kalau belajar sama dia gua suka gemes, ngomong-ngomong ga jelas dan
ngomel-ngomel. Respon dia adalah tertawa.
“kasy,
aku ga yakin kamu marah, itu lucu bagi aku, dan maaf jika aku sering ga
nyambung sama penjelasan kamu, aku harus belajar lagi”.
Gua
cuma bisa sekuat tenaga nahan ketawa dan berusaha buat serius lagi.
Bagi
pandangan gua, dy punya kedudukan yang istimewa, karena keistiqamahan dy datang
belajar apapun itu dan selalu ingin murajaah setiap akhir sesi kegiatan English
Club, semoga saja kedudukannya dilangit juga demikian. Aamiin yaa Rabb.
Gue senyum-senyum sendiri baca pesan
dari dy, senyum bukan karena gua kebucinan. Tapi, senyum karena gua mau nangis sebab
gua tersadarkan karena ucapannya. ‘Apakabar dengan hafalanku ? heeeloooooouuu
????,’ hati gua seolah tengah memanggil.
Sejauh
ini, orang-orang ngeWa gua menjelang berangkat ke malay itu, untuk ngajakin gua
bercanda yang kebanyakannya tentang oleh-oleh. Dan ini, untuk pertama kalinya
gua punya request berbeda dari seseorang yang bikin gua bercermin diri tentang
kualitas diri + hafalan gua. :')
Gua (ngebalas pesannya) : “wkwkwkwk,
Cuma ini aja ? ga ada permintaan lain lagi?” gua coba bicara begini untuk menarik hati dia supaya
bisa jujur.
Dia : “ ummm, ada sih, mau belajar English dengan
kamu, tapi kayanya kalau ini ga bisa, ga apa-apa, Cuma permintaan utama aku,
aku ingin disimakin surah Ar-rahman menjelang kamu brangkat.”
Me : “o begitu, kalau mau belajar
boleh, kita atur time nya, tapi kenapa kamu mau ngafal dan murajaah surah
Ar-rahman terus?”
Dia : “karena ku takut kalau nambah
hafalan dan ingin banyak, kayanya itu nafsu aku deh, jadi aku mau fokus dulu
sama satu surah ini sampai bener-bener bagus bacaannya dan mutqin. eh , kamu
jangan lupa untuk benerin bacaan aku, panjang pedeknya”
Me : “InshaAllah, iya” ,dalam hati , “ permintaan terkakhir
paling langka yang gua temui menjelang berangkat ke malay”
Dan
tepat h-2 menjelang keberangkatan, gua atur jadwal dengan dia untuk bertemu di
depan ruang jurusan, disana ada bangku ,
tempat biasa gua ngumpul bareng untuk nugas. Dan yap..! akhirnya permintaan itu
tertunaikan. :’), gua jadi sedih sendiri. Wkwkwkwk.
Cerita
ini ga berakhir disini. Ketika di Malay pun dy juga nge WA gua, pertanyaannya
begini,
“Kasy, gimana dengan teman-teman
yang lain ?, sejujurnya aku ingin ngingatin hafalan surah Ar-Rahman mereka, supaya
ga lupa, sayang sudah dihafalkan tapi lupa. “
:’) , gua jadi nyadar diri , walau
dy ga nanya dan ngingatin hafalan gua, tapi kepedulian dy dengan hafalan
temen-temennya bikin dua terharu, lagi.. :’). Gua ngerti, dy ga mungkin ngatain kaya gitu ke
gua selaku temen perempuannya, karena emang tipikal orangnya bukan untuk
mencari perhatian mereka (perempuan) apalagi dalam urusan agama dan hafalan.
Oke
guys.. ! mungkin sekian sekian cerita dari gua. Kalau boleh gua nyampein, dy ini
temen yang emang ga famous banget di kampus dan diangkatan gua. Tapi setelah Allah nakdirin gua
(kayanya) untuk bertemu dy, secara ga langsung dia udah banyak ngajarin hal-hal
penting yang bisa gua rubah dalam diri gua.
Terimakasih
banyak… :’)
Jika lu baca ini,
Gua
ngerasa mungkin lu jijik baca tulisan gua tentang lu, tapi sebenarnya bukan ini
poin pentingnya, tapi…
“An
amazing person not only appears on the stage and speaks about the welfare of the
people, but he also goes on walking behind the curtain, extends his hand to
help and inspires anyone”
-KAD
“Seseorang
yang luar biasa itu tidak hanya muncul diatas panggung lalu berbicara tentang
kesejahteraan umat, namun ia yang juga tetap berjalan dibalik tirai,
mengulurkan tangan untuk menolong dan menginspirasi siapapun”
-KAD
INI... :)
Terimakasih sudah mau kenal sama gua. :)
Komentar
Posting Komentar