YOU ARE MY BEST FRIEND BUT...
YOU ARE MY BEST FRIEND BUT...
ctt : Tulisan ini adalah bentuk
implementasi LOGAT Sumatera Bagian tengah campur bahasa lain.
Hari ini
deeptalk dengan umi, gue nanya..
"Umi,
dulu umi ada ga si, punya temen deket, terus ga temenan deket lagi, tiba2 umi
stop berteman dengan dia, atau dia stop berteman dg umi"
Umi : "Temen
perempuan atau temen laki2 ?"
Me : "perempuan"
Umi : "Ada,
banyak.."
Me : "Kenapa
umi stop berteman sama mereka ?"
Umi : "Karena dia mikirin cowok dan berpacaran terus. Umi ga suka, Umi dulu mahasiswa aktif, suka kesana kemari, Ikut latihan kemiliteran sana sini, ikut penelitian, sibuk belajar, sibuk berkegiatan, umi aktivist dulu, jadi ga sempat mikirin cowok."
Me:"Umi
kok bisa kenal dia ?"
Umi:"Umi
dulu waktu SMA punya 3 sahabat perempuan, jadinya kita ber-4. 1 orang ga
sanggup lanjut kuliah pergilah dia merantau ke bogor, akhirnya, tinggalah kami
ber-3 sama-sama Kuliah di UNP (Univeristas Negeri Padang). Diantara ketiga
jurusan kami ini, yang paling padat dan berat aktifitasnya adalah jurusan umi,
Karena Umi kuliah di Jurusan Pendidikan Kimia, tiap hari umi aktifitasnya
selalu di labor. Tidur, penelitian dan belajar di labor, sibuk Bikin tugas
kuliah, demi mempertahankan beasiswa dari kampus.
Saat itu zaman Presiden Soeharto,
beasiswa untuk para aktivist itu sangat terbuka lebar, dan umi juga penerima
beasiswa dari resimen mahasiwa, sebab itulah umi sibuk berorganisasi sampai ke
level Nasional (menjabat sebagai sekretaris Nasional Perkumpulan Resimen
mahasiswa Indonesia).
Sedangkan mereka berdua cuma kuliah di jurusan yg tidak terlalu sibuk dan tidak ada
praktikumnya, terbilang tidak padat jadwalnya. Dan SALAH SATU dari mereka
berdua ini, gedung belajarnya dekat dengan gedung Jurusan umi belajar dan
kuliah, sedangkan yang satu lagi jauh (dia pun ngekos sendiri).
Akhirnya,
dengan yang satu lagi ini, umi sering berdua, lalu kita dan memutuskan bersama
untuk satu kos berdua. Dia dari keluarga terbilang berada, Saat tiba di kosan,
dia bawa kasur, umi tidak bawa apa-apa-Cuma bawa tikar, sebab umi bukan dari
keluarga berada, tapi sepertinya dia tidak menghargai umi."
Me : "memang apa yang dia lakukan mi ?"
DISCLAIMER :
Mereka ini, Konteksnya sudah sahabatan ya Gaes, sudah seperti keluarga sendiri
sejak di bangku sekolah. Jadi, wajar kalau misalnya memutuskan untuk stay bareng
karena memang hitung-hitung mereka berdua bisa saling support dan saling bantu.
Apalagi kehidupan mahasiswa itu sulit. Sekalipun, teman umi berasal dari
keluarga berada, mereka sebenarnya saling bantu, tapi mungkin ada sisi yang
menurut umi gue-seperti sebuah rasa sakit yang sebenarnya umi sudah
berdamai dan memaafkan namun masih teringat, karena hakikat memaafkan itu
memang menerima segalanya tapi tidak mungkin bisa lupa, itu tidak mungkin.
Apalagi
umi dan sahabatnya ini sama-sama berasal dari desa, jadi, biasanya orang-orang
dari desa-kehidupannya lebih cenderung ke rasa “saling” agak berbeda dengan
orang-orang kota yang lebih ke “Masing-masing”. So, jangan tanyakan lagi,
“Kok
mau bareng ?, kan umi lu yang salah,”,
Reasoningnya SUDAH JELAS, INI keputusan bersama untuk tinggal bareng karena mereka
berdua sudah saling nyaman dan dengan latar belakang sama-sama dari desa
~hidup solid sudah biasa.
Mau mereka hidup bareng atau engga, itu hak mereka,
mereka sudah saling kenal, saling dekat dan berfikir saat itu pasti bisa saling
meringankan dan saling support, kita sama-sama faham lah ya, kehidupan
mahasiswa kebanyakannya sulit. Jadi, dengan tinggal bareng dalam menghadapi kesulitan akan
lebih mudah. Let’s say hidup bareng-bareng dan sharing kamar juga hal biasa dan lumrah saat menjadi mahasiswa. Dan, momen ini adalah momen
yang mungkin ga diprediksikan oleh mereka berdua, karena sudah merasa nyaman
satu sama lain.
SO, LANJUT CERITA
Umi:"Dia
berpacaran sama Senior umi dari organisasi resimen juga. Lalu
cekcok-bermasalah, menangis-nangis, cerita pada umi, putus cinta, sakit hati,
ingin bunuh diri, ini-itu. Umi dengarkan ceritanya, umi bantu masalahnya,
sampai bertengkarlah umi dengan senior itu demi membela dia. Selesai urusan,
DAMAI.. eh, ber-ulah lagi dia, berkali-kali begitu terus masalahnya. ~Mencari
laki2 lain untuk berpacaran.
Akhirnya,
Umi larang..
'Janganlah
kamu berpacar2an itu, ga baik.., berhenti lah..'.
TAPI ternyata, dia ga mau
mendengarkan umi, malah umi difitnah dan digunjingkannya kesana kemari,
macam-macam dikata-katai nya umi pada orang lain, orang-orang itu kenal sama
umi, Bertanyalah pada umi-karena mereka percaya bahwa tidak mungkin umi
melakukan hal-hal buruk seperti itu. Sementara, Umi ga pernah dan ga sempat
ngomongin dia pada siapapun. Umi sibuk kuliah, penelitian di labor dan sibuk di
organisasi."
Me:"Cerita
umi mirip dg cerita kakak, kok bisa sama ya ?"
Umi
:" memang kehidupan mahasiswa seperti itu. Hanya orang yang tidak sadar
pentingnya waktu menghabiskan waktunya untuk membicarakan orang lain dan belum
tentu itu adalah sebuah kebenaran."
Me:"Iya,
pengalaman umi kayak kakak-masalahnya sama. Kakak juga punya teman dekat. Dia
juga bermasalah cinta-cintaan, Nangis2 kayak orang gila, nangis2 nelfon kakak,
kakak bantu. Eh, ketika dia sudah tenang dan urusannya selesai. Dia berulah
lagi dan kita digunjingkannya dengan orang lain kesana kemari, isinya Fitnah
Semua, ga suka kakak sama orang begitu. UDAH JELAS DIA YANG BERMASALAH, kita
dibawa2nya"
mi:"Iya,
umi larang dia berpacar2an, dan umi larang dia punya hubungan dengan senior umi
di organisasi Resimen, karena ga mungkin-setiap mereka bermasalah, umi yang
mengurusi dan menegur senior umi. Umi juga harus menghormati dia, tidak bisa
setiap waktu umi membela kesalahan yang sahabat umi perbuat, jika itu salah,
maka jelaslah itu salah. Jika itu tidak baik, maka BERHENTILAH. Tapi, ternyata
dia ga mau mendengarkan umi. Sampai akhirnya, orang tua senior itu datang ke
kampus, mencari sahabat umi ini, dicaci makinya sahabat umi, "~pelac*r,
wanit* malam, L*nte". Macem2 umpatannya, padahal beliau itu guru, beliau
juga bilang Ke sahabat umi,
'TIDAK
AKAN PERNAH ku restui anak laki2ku dengan pelac*r kayak kau..!',
mendenger
cerita dari sahabat umi, umi cari beliau ke kampus, sampai berkelahi pula umi,
sama Ibu si senior dan si senior ini. Umi tau kelakuan sahabat umi salah, tapi
ga perlu pula ngomong2 buruk begitu, apa salahnya ngomong baik2, apalagi beliau
itu guru."
Me:"Tapi,
kayaknya Sahabat umi perlu diperlakukan begitu oleh orang lain deh, soalnya kan
dia MANUSIA YANG TIDAK TAU TERIMAKASIH. :). Sudah dibantu, tapi GA TAU
DIRI.
Tanpa umi
balas, dia udah dibalas orang lain.
TAPI,
kakak juga mau bilang, kalau Umi kakak ini JUGA BEGO' sebenarnya, masih mau
ngebantu dan berteman dekat dengan orang GA TAU diuntung kayak begitu.
TAPI
sebenarnya KAKAK JUGA SEPERTI umi kalau berteman, apalagi kalau udah sayang
sama sahabat sendiri, pasti tetep Mau ngebantu mereka, walau mereka itu adalah
manusia yg GA WARAS , GA TAU DIUNTUNG dan GA TAU TERIMAKASIH seperti itu.
Keknya, kita berdua ini begoknya di urusan pertemanan deh mi.. Tapi untuk
URUSAN cinta2an, sepertinya... TIDAK berguna sekali di hidup kita, ya
mi..". 😆🤣
Umi:"Umi
GA SUKA perempuan yang terlalu menggilai laki-laki seperti itu. Seperti tidak
punya harga diri. Umi pun sebagai wanita juga ikut malu jadinya, umi jadi
terbawa-bawa urusannya, demi membela harga diri dia, karena kita sayang sama
sahabat kita, makanya dia kita jaga dia baik-baik.
Tapi, dia
dikasih tau-tidak mendengarkan, dia yang kita jaga harga dirinya - tapi tidak
bisa menjaga dirinya sendiri.
Ya sudah,
keluar umi dari kosannya.
Belum
lagi, umi selalu diperlakukannya tidak baik, umi dibiarkannya tidur dilantai,
dia sibuk menggosip dengan temannya di Kasur, Ngomongin pacar. Waktu itu umi
sakit.
Tega dia
begitu. Tapi, nanti kalau dia bermasalah dengan si A, si B, si C, yang
dicarinya Umi, nangis-nangis cerita. Kita ikut terbawa emosi dengar cerita dia.
Kita ingatkan dia, tapi dia tidak mendengarkan.
Mungkin, dia merasa ada yang
melindungi dia, dia merasa bahwa dia punya sahabat yang pemberani, yang berani
membela dia. Dia merasa dilindungi, jadinya begitu. Dimanfaatkan karakter umi
yang pemberani itu untuk menyelesaikan urusan dan masalah yang dia perbuat
sendiri. Ya sudah, umi tinggalkan dia."
Me:"Endingnya
gimana mi ?"
Umi:"Endingnya,
Senior itu dinikahkan ibunya dengan wanita lulusan Australia"
Me:"Hmm..!,
mati..! Mampos tu cewek ! , jauh bangett ! Wajar, mamaknya ga suka sahabat umi
itu, LEVELNYA JAUH !!!, yang satu modal menggatal ke anak laki-laki orang ,
yang satu lagi cewek bermodal otak pinter, encer, berduit, BERKELAS, !, BADAS!
BERPENDIDIKAN, BER-DEMAGE ! KALAH JAUH !, UDAH.. mampos! , dia..,"
Umi:"Iya,
nangis2 lagi mau bunuh diri, pusing kepala umi ngurusin dia, ga mau umi ngobrol
sama dia lagi, pergi umi. Akhirnya, dapat kabar menikah dg pria lain, Pria itu
jadi dosen Di UNP tapi entahlah, jurusan apa dan suaminya itu
Meninggal ketika kakak MAN dulu. Dan umi dapat kabar lagi, Kaki dan jari jemari
sahabat umi di Amputasi karena Penyakit gulanya, ga bisa jalan dia ,
lumpuh."
Me:"Astaghfirullah..
!, umi ga jenguk ?"
Umi:"Umi
udah berusaha untuk menjenguknya, TAPI, pasti selalu saja ada halangan yang
membuat umi tidak jadi datang menemuinya karena waktu umi terbatas sekali
sebagai pegawai negeri. Mungkin, kata Allah, 'Sudah, cukup kau berusan dan
menolongnya, jangan berurusan lagi dengan dia', jadinya umi ga pernah bertemu
dia padahal niat umi udah kuat ingin bertemu, tapi pasti terhalang terus
dengan urusan dari keluarga buya yang tiba-tiba juga harus ditolong saat di
Padang, akhirnya kita tidak pernah bertemu dia."
Me : "Umi ga usah cari-cari dia lagi, kakak tau umi nyari tau dia sejak kakak MAN dulu kan ?, Pas kakak ngurus pasport ke Pekanbaru, PASTI DIA ORANGNYA ?, Ga perlu mi, nanti aja... :). Jangan nambah beban yak, umi pasti ga bisa nolak dia ntar kalau dia tantrum kek orang gila gitu. Ga usah, ga usah..." :) ~Anak pertama, sok ngatur emang... :)., Ga mau Mamaknye kenapa-kenapa . :)
Taluk Kuantan-Riau, 19 Jan 2025
Komentar
Posting Komentar